Jati diri bangsa indonesia

Episode lanjutan dari Mengembalikan Jati Diri bangsa: Bangsa indonesia merupakan Bangsa yang besar dan agung dengan berlandaskan falsafah pancasila. Namun sekarang ini sifat persatuan dan kesatuan nampaknya sudah mulai luntur dan banyak di antara warga indonesia yang lebih mementingkan diri sendiri. Bangsa indonesia mulai kehilangan jati diri dimana sikap peduli terhadap keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa ini sudah mulai luntur.

Semua orang sibuk dengan kepentingannya masing masing, hanya peduli terhadap golongannya sendiri, mulai hilang solidaritas terhadap sesama. Mengembalikan jati diri bangsa untuk tujuan negara indonesia yang agung, yang di segani oleh bangsa bangsa lain sehingga apa yang ada di Negara Indonesia tidak begitu saja di akui oleh bangsa lain apa lagi sampai di ambil oleh bangsa lain seperti kasus pulau Ligitan dan Sipadan yang lepas dari negara kesatuan republik Indonesia. Dan yang baru baru ini terjadi adalah lagu Indonesia Raya sebagai lagu nasional yang di lecehkan oleh Negara tetangga Malaysia.

Juga budaya Indonesia yang di akui oleh Malaysia adalah wujud dari jatuhnya jati diri bangsa. Peran pemerintah untuk Mengembalikan jati diri bangsa yang tentunya harus di dukung oleh seluruh rakyat Indonesia agar semua kekayaan yang ada di bunmi tercinta Indonesia tidak di akui apalagi sampai jatuh ketangan bangsa lain semoga tidak terjadi lagi di masa masa yang akan datang. Walaupun berbeda beda tapi tetap satu untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia harus di tanamkan lagi pada tiap tiap individu yang mengaku sebagai rakyat Indonesia.


Bagaimana konsep tentang jati diri Bangsa ini bisa pula di baca artikel ini yang bersumber dari : KOMPAS.com — Dalam Debat Cawapres malam ini, masing-masing kandidat cawapres saling beradu visi, misi, dan strategi. Saat tiba giliran cawapres Boediono, dengan sigap, mantan Gubernur BI ini lantas membaca teks yang telah dipersiapkan sebagai bahan pidatonya. Dia mengatakan bahwa kunci jati diri bangsa adalah pemerintahan yang bersih sehingga dapat memperkuat rasa keadilan, rasa kesejahteraan, dan rasa kebangsaan.

Meski terlihat sedikit tegang, Boediono lantas melanjutkan pidatonya. Menurutnya, jati diri bangsa diperkuat oleh empat hal pokok, yakni budaya nasional, politik nasional, ekonomi nasional, dan hukum nasional.

Jati diri bangsa diperkuat oleh empat hal pokok,” kata Boediono, di sela-sela debat cawapres di Studio SCTV, Jakarta, Selasa (23/6). Pria kelahiran Blitar ini menjelaskan masalah budaya nasional dilakukan dengan memperkuat dua aset yang ada, yaitu bahasa dan budaya daerah, serta budaya bangsa.

Adapun politik nasional adalah mempertahankan agar NKRI tetap utuh, serta memperkuat demokrasi Indonesia.

“Ekonomi nasional adalah nilai Pancasila masuk di dalam kebijakan ekonomi, pembangunan infrastruktur yang memperkuat ekonomi, meningkatkan sumber daya alam, dan program untuk pemerataan,” paparnya.

Adapun hukum nasional dilakukan dengan melindungi HAM, dan reformasi hukum, termasuk mafia peradilan. “Tekad pasangan kami, SBY-Boediono, adalah memperkuat jati diri bangsa dan meningkatkan kemartabatan ini,” ujarnya.





stop dreaming start action blogger indonesia
blog stop dreaming start action
Wisata Seo Sadau

Bagi Info ini Di :

0 comments: