Kerusuhan Di Temanggung Penyebab Terjadinya Insiden Temanggung Bermuatan SARA

Kerusuhan Di Temanggung Penyebab Terjadinya Insiden Temanggung Bermuatan SARA - Temanggung salah satu daerah kabupaten di Jawa Tengah sebetulnya merupakan kota yang aman dan tentram. Tapi baru-baru ini telah terjadi sebuah kerusuhan akibat ulah oknum yang menyebarkan selebaran yang isinya di nilai bermuatan SARA.

Sejumlah gereja rusak dan dibakar dalam kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, siang tadi. Kepolisian tidak bisa membendung amuk massa yang datang dari arah Pengadilan Negeri Temanggung.

Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian, Brigadir Jenderal Untung Yoga Ana menjelaskan kronologi kerusuhan ini. Menurutnya, kejadian di Temanggung ini bermula ada 23 Oktober 2010.

"Ada oknum masyarakat yang menyebarkan selebaran yang dinilai menistakan agama," kata Yoga Ana di Mabes Polri, Selasa 8 Februari 2011. Oknum penyebar selebaran ini diketahui bernama Antonius Richmond Bawengan.

Salah satu warga yang mendapat selebaran itu adalah Bambang Suryoko. "Warga ini lantas melaporkan ke RT, Fachrurozi, kemudian dilaporkan ke Polres Temanggung."

Kasus ini kemudian berproses secara hukum sampai ke pengadilan. Sidang, kata Yoga Ana, sudah berjalan tiga kali, yakni 20 Januari 2011, 27 Januari 2011, dan ketiga, sidang ketiga, jatuh hari ini. "Pihak Polres di-back up Polda (Jawa Tengah) sudah melakukan antisipasi," kata Yoga.

Dalam sidang ketiga ini, terdakwa divonis lima tahun penjara. Massa yang tidak puas lantas keluar dari ruang sidang dan melakukan perusakan. Tiga gereja rusak dan dua di antaranya dibakar. "Dua mobil polisi dirusak," tambahnya.

Untuk mengantisipasi sidang dari aksi kerusuhan, sebenarnya kepolisian sudah menempatkan ratusan personelnya. Menurut Untung, ada sekitar 640 personel keamanan yang terjun untuk mengamankan sidang ini. Namun, massa sulit diberi pengertian.

Kondisi Temanggung saat ini, kata dia, sudah kondusif dan massa bisa dikuasai. Namun jajaran Polres Temanggung masih berjaga-jaga. "Sekarang Kepolisian tengah berkoordinasi aparat lain, termasuk Muspida dan tokoh masyarakat," kata dia.

Apakah sudah ada penetapan tersangka? "Ada satu orang yang diperiksa intensif yang mengarah ke perusakan, tapi saya belum dapat informasi." Akibat rusuh ini, sembilan warga, satu di antaranya wanita mengalami luka-luka dan dalam perawatan di RSUD Temanggung. (Sumber umi - VIVAnews )

Bagi Info ini Di :

0 comments: